Tempat Wisata dan Tour di Minahasa

Manado merupakan kota pantai yang memiliki garis pantai sepanjang 18,7 km. Namun,kota ini juga dikelilingi oleh perbukitan dan barisan pegunungan. Moto Sulawesi Utara adalah Si Tou Timou Tumou Tou. Sebuah filsafat hidup masyarakat Minahasa yang dipopulerkan oleh Sam Ratulangi,yang berarti "Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain"atau"Orang hidup untuk menghidupkan orang lain". Sebuah moto yang membangun sehingga tidak mengherankan pembangunan yang dilakukan di kota yang berada cukup jauh dari ibukota negara ini terbilang maju.

Dicapai melalui perjalanan udara empat jam dari Jakarta,kota ini memiliki pantai dan gunung,sebuah tempat yang pantas Anda kunjungi bersama keluarga. Salah satu daerah yang seru dilakukan untuk "on the road" adalah ke dareah Kabupaten Minahasa,salah satu batas wilayah dari empat bagian wilayah di sana. Kabupaten Minahasa berada di Timur Manado.
tempat wisata minahasa

peta sulawesi indonesia


Ibu kota kabupaten terletak di Tondano,dengan luas wilayah 4.626 km persegi. Kenapa kabupaten ini menarik untuk dikunjungi? Karena keberadaan danau yang besar menjadi ada di perjalanan tour ke Minahasa. Selain itu, merupakan dataran tinggi di Sulawesi Utara,udara di kota ini lebih dingin dibandingkan dengan kawasan pantai ataupun Kota Manado itu sendiri. Dari Kota Manado,butuh 1-1,5 jam jika menggunakan mobil. Jalan beraspal baik. Seperti pada umumnya daerah pegunungan,kontur jalannya berkelok-kelok. Jadi,Anda harus memperhatikan kesehatan kendaraan di awal perjalanan. Berhati-hati saat mengemudi,apa lagi saat kabut turun. Karena memang sedang berada di gunung, angin sejuk berembus menerpa wajah kala jendela mobil dibuka. Namun,perhatikan juga gerak putra-putri Anda agar tidak mengeluarkan anggota badan saat kendaraan melaju.

Gunung Lokon adalah gunung aktif yang berketinggian 1.689 meter,terletak 25 km dari Manado. Terakhir meletus pada tahun 1991,yang membuat Manado di sebagian wilayahnya tertutup debu. Letusan gunung tersebut membentuk kawah yang sangat cantik dan bekas luapan lahar dinginnya mengalir diatas sungai. Sangat cantik! Oleh karena itu,sensasi dan keindahan Gunung Lokon menjadi salah satu gunung yang diincar oleh para pendaki.

Sebenarnya,Danau Linow merupakan danau air tawar yang masih dipengaruhi oleh aktivitas panas bumi di bawahnya. Kadang-kadang,masih tercium bau belerang. Warna air yang hijau,bukti paling nyata bahwa air danau dipengaruhi mineral belerang. Terlihat gelembung udara di beberapa tempat yang dangkal. Sebagian sumber informasi tentang Danau Linow dan panas bumi,pemerintah membangun Pusat Informasi Geothermal dan Geowisata tepat di tepi jalan,di seberang Danau Linow. Bagi yang menyukai trek dan melihat permukiman di pedalaman Tomohon,terdapat trek Danau Tondano ke Danau Linow yang bisa dilalui. Umumnya,dimulai dari Tondano dan berakhir di Linow,sepanjang 8 km,selama 4-5 jam.

Setelah dari Danau Linow,mari ke utara Manado. Di sekitar daerah yang bernama Pineleng,terlihat papan berukuran besar bertuliskan "Makam Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol". Tidak sampai 5 km dari jalan utama,di sebelah kiri,Anda akan tiba di kompleks makam Imam Bonjol. Persis di seberangnya,dibangun masjid. Dari luar,atap bangunan yang khas Minangkabau menjadi ciri daerah asal pahlawan nasional ini. Makam terawat baik,berada di tengah bangunan tersebut,mirip rumah dengan tembok dan pagar yang tergembok. Ada diorama pahatan Tuanku Imam Bonjol yang sedang menunggang kuda di salah satu temboknya. Di belakang bangunan utama,ada jalan setapak menuju sungai di bawah. Ada bangunan semi permanen yang melindungi sebuah batu kali yang cukup besar dan permukaan atasnya hampir datar. Konon,di batu itulah Tuanku Imam Bonjol selalu beribadah dan bersujud. Lokasi awal batu tersebut tepat di pinggir sungai,tetapi kemudian dipindahkan karena pernah terbawa arus sungai ketika sedang banjir. Sebuah situs sejarah yang mengagumkan,mengingat Imam Bonjol terlempar dan diasingkan jauh dari tanah kelahirannya. Oleh karena itu,jangan heran jika Anda bertemu orang Manado yang beragama Muslim. Dapat dipastikan mereka adalah orang Manado Jawa Tondano-keturunan Tuanku Imam Bonjol.

Kembali ke jalan utama Tomohon-Manado,sebelum memasuki Manado,di jalan lingkar luar,melewati Kompleks Citraland,terdapat sebuah patung besar Yesus seperti terbang,menghadap ke arah jalan dan Kota Manado. Di bawah patung,terdapat tulisan "Yesus Memberkati"-dimaksudkan agar Kota Manado yang mayoritas dihuni umat Nasrani mendapat keberkatan dari Yesus. Semoga terberkati dan semoga menjadi lebih baik! Sekilas terlihat seperti berada di Brasil atau Filipina,di daerah Tomohon yang lebih ke atas dari jalan ini,memang dengan Bukit Seribu Gereja. Di dalam perjalanan ke daerah sana saja,Anda akan menjumpai banyak gereja yang dibangun oleh warga atau malah milik salah satu warga.

Mari lanjutkan perjalanan Anda menuju ruas jalan Manado-Bitung. Dari lingkar luar,Anda tidak perlu masuk Kota Manado dan memutar jauh. Cukup dari Citraland,yang jalannya bagus dan lebar. Tidak sampai setengah jam,sudah sampai di ruas jalan utama Manado-Bitung. Sampai di pertigaan Airmadidi,silakan berbelok ke kanan,menuju kompleks pemakaman kuno,biasa disebut Waruga. Waruga adalah kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri atas dua bagian. Bagian atas berbentuk segitiga seperti bubung rumah dan bagian bawah berbentuk kotak yang bagian tengahnya ada ruang. Terdapat ratusan waruga yang tersusun rapi. Walaupun terletak di tengah pemukiman penduduk,kompleks waruga ini sangat terawat. Keunikannya,jenazah dimakamkan dalam posisi duduk di dalam waruga tersebut. Konon,hal tersebut mengikuti posisi manusia saat dilahirkan,yaitu duduk atau meringkuk.

Nah,yang tidak boleh terlupakan saat berjalan-jalan dengan perjalanan darat dalam kondisi santai adalah jajan! Karena memang sepanjang perjalanan tur ke daerah Minahasa,banyak terdapat para penjual jajanan yang belum tentu mudah ditemukan di Kota Manado. Terdapat banyak pohon kenari,yang kemudian buahnya dijadikan aneka penganan yang menggugah selera. Dodol di sini sangat berbeda dengan dodol di jawa ataupun Medan. Terselip kenari dan dibungkus dengan daun lontar atau janur. Selain itu,ada beberapa buah yang akan menyegarkan perjalanan Anda,seperti duku. Dukunya berbentuk bulat besar dan perpaduan antara rasa kelengkeng dengan duku. Untuk makanan besar,Anda wajib makan ikan dengan sambal dabu-dabu khas Manado. Rasa ikan air tawarnya sangat gurih,baik digoreng ataupun dibakar. Konon,ciri khas makanan yang hanya ada di Danau Tondano adalah satai kerang dan bekicot. Ampun nikmatnya dimakan di pinggir Danau Tondano,sebuah danau yang warnanya selalu berubah akibat kadar belerang yang tinggi. Setiap November,diselenggarakan Festival Danau Tondano. Event yang menarik untuk menyaksikan keanekaragaman seni budaya Minahasa,misalnya tari maengket,katrili,tumatenden,dan pisok. Dipentaskan juga musik bambu,kolintang dan bia. Pengunjung dihibur dengan atraksi lomba perahu tradisional. Belum lagi pemandangan kegiatan penduduk sekitar,Anda dapat melihat warga menangkap ikan nike dengan jaring rapat yang dibentuk seperti sendok dengan kedua sisi terbuat dari batang bambu. Ikan nike yang hanya sebesar batang lidi itu diolah menjadi perkedel,waku-waku bolanga,ataupun dipepes. Masakan ini bisa Anda nikmati di restoran atau di kedai yang berjejer di sekitar danau. Apakah dalam sehari cukup berkeliling bagian timur Kota Manado? Silakan atur waktu terbaik Anda untuk menikmati semua keindahan panorama alamnya,situs bersejarah dan makanan!
Oleh : Anasthasia R.Y Sadrach
Advertisement

No comments:

Post a Comment